Balai Teknik Air Minum

Rapat Tinjauan Manajemen Penerapan SMM dan SMAP 2025

Balai Teknologi Air Minum (BTAM) melaksanakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Selasa, 30 April 2025, di Bekasi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi resertifikasi standar ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) dan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah diterapkan di lingkungan BTAM.

Rapat Tinjauan Manajemen merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus penerapan sistem manajemen yang bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas penerapan SMM dan SMAP. Melalui kegiatan ini, manajemen melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan pencapaian sasaran organisasi, hasil audit internal, tindak lanjut temuan, pengelolaan risiko, serta peluang peningkatan kinerja.

Dalam pelaksanaannya, RTM menjadi forum strategis bagi pimpinan dan seluruh unit kerja untuk membahas hasil evaluasi penerapan sistem manajemen selama periode berjalan. Berbagai masukan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan budaya integritas di lingkungan BTAM.

Persiapan resertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016 tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan sertifikasi yang telah dimiliki, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa seluruh proses kerja telah berjalan sesuai standar internasional yang berlaku. Dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu yang efektif dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang konsisten, BTAM berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja organisasi, memberikan layanan yang berkualitas, serta mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Melalui kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen ini, BTAM menunjukkan komitmennya terhadap perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dan penguatan sistem manajemen yang mendukung pencapaian tujuan organisasi serta peningkatan kepercayaan para pemangku kepentingan.