Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana, Balai Teknik Air Minum (BTAM) berperan aktif memberikan rekomendasi teknis pembangunan Hunian Sementara (HUNTARA) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pendampingan teknis yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting secara menyeluruh, mulai dari struktur bangunan, arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), hingga sistem penyediaan air minum dan sanitasi. Keterlibatan tim teknis di lapangan, termasuk BTAM, bertujuan memastikan setiap unit HUNTARA dibangun sesuai standar teknis yang berlaku sehingga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan layak huni bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 7 unit HUNTARA dibangun dengan kapasitas sekitar 12 kepala keluarga (KK) pada setiap unit. Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar penghuni, sistem penyediaan air bersih dirancang berdasarkan standar kebutuhan air sebesar 100 liter per orang per hari. Dengan perhitungan tersebut, total kebutuhan air bersih mencapai 33.600 liter per hari.
Penyediaan air bersih untuk kawasan HUNTARA memanfaatkan sumber air dari sumur bor yang telah melalui kajian dan perhitungan teknis guna memastikan ketersediaan serta keberlanjutan layanan dalam jangka waktu penggunaan hunian sementara. Selain itu, aspek sanitasi juga menjadi perhatian utama agar lingkungan hunian tetap sehat dan mendukung kualitas hidup masyarakat selama masa pemulihan.
Pembangunan HUNTARA ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan hunian sementara yang tidak hanya dapat direalisasikan secara cepat, tetapi juga memenuhi standar pelayanan dasar, khususnya dalam penyediaan akses air minum dan sanitasi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak banjir.
Melalui dukungan teknis yang diberikan, BTAM terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kehadiran BTAM diharapkan dapat memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun serta menjaga keberlanjutan pelayanan dasar bagi masyarakat, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.