Komitmen membangun budaya integritas terus diwujudkan Balai Teknik Air Minum (BTAM) melalui kegiatan Penularan Budaya Positif. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) serta Corruption Risk Assessment (CRA) kepada unit kerja di luar lingkup Kementerian Pekerjaan Umum.
Melalui forum ini, BTAM tidak hanya menyampaikan konsep dan implementasi SMAP serta CRA, tetapi juga membuka ruang dialog yang konstruktif. Para peserta berdiskusi, bertukar pengalaman, dan menggali berbagai strategi dalam memperkuat tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyuapan.
Kegiatan Penularan Budaya Positif menjadi salah satu upaya untuk memperluas penerapan nilai-nilai integritas di berbagai instansi. Praktik baik yang telah dijalankan diharapkan dapat menjadi referensi bagi unit kerja lain dalam membangun sistem pengendalian yang efektif sekaligus memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan kerjanya masing-masing.
BTAM meyakini bahwa kolaborasi dan semangat saling belajar merupakan kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Semakin banyak organisasi yang mengedepankan integritas dalam setiap proses kerja, semakin besar pula kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan.
Ke depan, semangat untuk menularkan budaya positif akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan integritas sebagai landasan utama, setiap organisasi diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Integritas bukan sekadar nilai yang dijunjung tinggi, tetapi budaya yang harus terus dipelihara dan diwariskan. Berawal dari komitmen setiap individu, budaya tersebut akan tumbuh menjadi kekuatan organisasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan terpercaya.