Sebagai bentuk tanggap darurat dan dukungan teknis terhadap wilayah terdampak bencana, Balai Teknik Air Minum (BTAM) turut ambil bagian dalam kegiatan advis teknis pemeriksaan bangunan pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memastikan infrastruktur air minum tetap aman, andal, dan dapat segera difungsikan kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim teknis BTAM melakukan serangkaian pengecekan visual guna mengidentifikasi kondisi awal sistem air minum pada bangunan yang terdampak. Pemeriksaan difokuskan pada beberapa komponen krusial, antara lain sistem perpipaan (plumbing), instalasi perpompaan, serta kualitas air yang dihasilkan. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi kerusakan, gangguan fungsi, maupun risiko kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan pengguna. Hasil identifikasi awal ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut yang tepat, baik dalam bentuk perbaikan, rehabilitasi, maupun penguatan sistem agar lebih tahan terhadap risiko bencana di masa mendatang. Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis teknis, diharapkan setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Partisipasi BTAM dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam penanganan pascabencana. Kolaborasi yang solid, disertai dengan respons teknis yang cepat dan tepat, menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan infrastruktur layanan dasar, khususnya penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan. Melalui upaya ini, BTAM tidak hanya berkontribusi dalam aspek teknis, tetapi juga dalam memastikan bahwa masyarakat terdampak dapat segera kembali memperoleh akses terhadap layanan air minum yang layak. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas layanan publik serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap bencana.