Sebagai upaya menjaga kualitas dan relevansi program pengembangan sumber daya manusia di sektor air minum, Balai Teknik Air Minum (BTAM) menyelenggarakan kegiatan Temu Pengajar dan Pemutakhiran Modul Bimbingan Teknis (Bimtek) Bidang Air Minum Tahun 2025 di Jakarta pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi penyelenggaraan pelatihan sepanjang tahun sekaligus menyusun langkah-langkah penyempurnaan guna menjawab kebutuhan sektor air minum yang terus berkembang.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Teknik Air Minum yang diwakili oleh Kepala Subbagian Umum dan Tata Usaha, serta diikuti oleh 42 peserta yang terdiri atas tenaga pengajar, pengelola pelatihan, dan perwakilan bidang teknis terkait. Pertemuan ini menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengalaman, menyampaikan masukan, serta memperkuat kualitas pelaksanaan Bimtek di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan kilas balik penyelenggaraan Bimtek Tahun 2025 yang mencatat berbagai capaian dan inovasi dalam pelaksanaan pelatihan. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap empat sub bidang utama, yaitu produksi, mekanikal dan elektrikal, transmisi dan distribusi, serta bidang pendukung lainnya. Evaluasi juga mencakup penerapan mekanisme baru berupa seleksi administrasi dan tes tertulis sebagai dasar penentuan prioritas peserta pelatihan. Langkah ini diterapkan untuk memastikan program Bimtek dapat menjangkau peserta yang tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih optimal.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas pengajar mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari peserta. Sebanyak 69,7 persen peserta memberikan penilaian “sangat baik”, sementara 30,3 persen lainnya memberikan penilaian “baik”. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kualitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Meski demikian, forum juga mengidentifikasi perlunya peningkatan pemerataan peserta dari berbagai wilayah Indonesia agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan konstruktif dari para peserta. Sejumlah rekomendasi yang mengemuka antara lain penyusunan indikator kepuasan yang lebih terukur, penyelarasan materi dengan kebutuhan industri dan akademisi, serta penguatan metode pembelajaran berbasis studi kasus dan penyelesaian permasalahan teknis di lapangan. Selain itu, peserta juga mendorong pengembangan mekanisme Trainer of Trainer (ToT) guna memperluas kapasitas tenaga pengajar, termasuk melalui pemanfaatan CPNS sebagai calon trainer yang dapat mendukung keberlanjutan program pelatihan.
Selain membahas evaluasi pelaksanaan Bimtek, kegiatan ini juga menyoroti arah pengembangan sumber daya manusia penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dalam mendukung target akses air minum aman 100 persen pada tahun 2030. BTAM menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM memiliki peran strategis dalam menurunkan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kinerja BUMD Air Minum. Pembahasan tersebut turut mengacu pada Peta Jalan Peningkatan SDM BUMD Air Minum Tahun 2023 yang menjadi acuan dalam pengembangan kapasitas sektor air minum nasional.
Sebagai bagian dari inovasi pembelajaran, BTAM juga memperkenalkan penerapan teknik ice breaking dan gamifikasi dalam proses pelatihan. Metode ini dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan peserta, serta mendukung efektivitas penyampaian materi baik pada pelatihan daring maupun luring.
Melalui kegiatan Temu Pengajar dan Pemutakhiran Modul Bimtek Tahun 2025, BTAM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan bidang air minum. Dengan modul yang selalu diperbarui, tenaga pengajar yang kompeten, serta metode pembelajaran yang inovatif, BTAM berharap dapat mendukung terciptanya SDM penyelenggara SPAM yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan penyediaan layanan air minum yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.