Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan air minum, Balai Teknik Air Minum (BTAM) bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Tarum Kabupaten Karawang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengoperasian dan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kegiatan ini berlangsung pada 24–26 Juni 2025 di Karawang, Jawa Barat, dan diikuti oleh para petugas yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sistem penyediaan air minum.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Perumdam Tirta Tarum yang menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi personel operasional sebagai salah satu faktor utama dalam menjaga kualitas layanan air minum kepada masyarakat. Setelah pembukaan, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang disampaikan oleh tim pengajar dari BTAM.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi teknis yang mencakup berbagai aspek penting dalam proses pengolahan air minum, mulai dari penyadapan air baku, penggunaan bahan kimia pengolahan, hingga pengoperasian dan pemeliharaan unit-unit utama instalasi pengolahan air. Materi yang diberikan meliputi pengoperasian unit pengaduk (koagulasi dan flokulasi), sedimentasi, filtrasi, reservoir, serta proses desinfeksi sebagai tahapan akhir dalam menjamin kualitas air hasil produksi.
Selain pembelajaran di kelas, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik penggunaan alat jar test yang dirancang melalui berbagai skenario studi kasus. Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami cara menentukan dosis bahan kimia yang tepat sesuai dengan karakteristik air baku yang diolah.
Peserta juga melakukan observasi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi dan kinerja instalasi pengolahan air. Hasil pengamatan kemudian dianalisis dan dipresentasikan dalam forum diskusi kelompok, sehingga peserta dapat saling berbagi pengalaman, mengidentifikasi permasalahan operasional, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis ini, BTAM dan Perumdam Tirta Tarum berharap kapasitas teknis para operator dan petugas pengelola dapat semakin meningkat. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang lebih andal, efektif, dan berkelanjutan, sehingga kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat dapat terus terjaga.