Balai Teknik Air Minum

Komisioning Tes IPA SPAM Poboya

Dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Palu, khususnya di wilayah Hunian Tetap (Huntap) Tondo 1, Huntap Tondo 2, dan Talise, Balai Teknik Air Minum melaksanakan kegiatan Commissioning Test Instalasi Pengolahan Air (IPA) SPAM Poboya berkapasitas 2 x 30 liter per detik yang berlokasi di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini merupakan tahapan penting sebelum sistem diserahterimakan dan dioperasikan secara penuh untuk melayani masyarakat.

Commissioning test dilaksanakan sebagai proses verifikasi menyeluruh guna memastikan bahwa seluruh komponen sistem penyediaan air minum telah dibangun sesuai dengan spesifikasi teknis, berfungsi dengan baik, serta mampu beroperasi secara optimal sesuai kapasitas yang direncanakan. Melalui tahapan ini, dilakukan pengujian terhadap setiap unit pengolahan dan integrasi seluruh sistem untuk memastikan kesiapan operasional instalasi dalam menyediakan layanan air minum yang andal.

Serangkaian pengujian dilakukan secara komprehensif terhadap seluruh unit instalasi pengolahan air. Kegiatan tersebut meliputi pengujian kinerja unit produksi atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), mulai dari proses pengambilan air baku, pengolahan air, hingga distribusi air hasil olahan. Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tahapan proses pengolahan dapat berjalan sesuai desain, menghasilkan kualitas air yang memenuhi persyaratan, serta mampu mempertahankan stabilitas operasi dalam berbagai kondisi.

Selain pengujian pada unit produksi, tim juga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pemantauan operasional instalasi. Pengujian SCADA dilakukan untuk memastikan seluruh data operasional, seperti debit air, tekanan, kualitas air, status pompa, serta parameter penting lainnya dapat dipantau dan dikendalikan secara real time. Keandalan sistem ini menjadi faktor penting dalam mendukung efisiensi operasional, mempercepat respons terhadap gangguan, serta menjaga kontinuitas pelayanan air minum kepada masyarakat.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap bangunan utama IPA yang menggunakan struktur baja, termasuk evaluasi kondisi konstruksi, fungsi bangunan pendukung, sistem perpipaan, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta sarana penunjang lainnya. Seluruh komponen tersebut diperiksa untuk memastikan kesesuaian dengan standar teknis, aspek keselamatan, serta kesiapan operasional jangka panjang.

Selama pelaksanaan commissioning test, dilakukan pula pemantauan terhadap parameter kualitas air pada setiap tahapan proses pengolahan. Pengujian kualitas air ini mencakup berbagai parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi untuk memastikan bahwa air hasil olahan memenuhi standar kualitas air minum yang berlaku. Hasil pengujian menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas proses pengolahan dan kemampuan instalasi dalam menghasilkan air minum yang aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengujian yang telah dilaksanakan, IPA SPAM Poboya menunjukkan kinerja yang sangat baik. Instalasi ini telah berhasil mengolah air baku menjadi air minum sesuai dengan kapasitas desainnya, yaitu 100% atau sebesar 60 liter per detik. Selain mampu mencapai kapasitas produksi yang direncanakan, kualitas air hasil olahan juga telah memenuhi standar yang berlaku sehingga layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan commissioning test ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan pelayanan air minum di Kota Palu. Dengan beroperasinya IPA SPAM Poboya secara optimal, diharapkan kebutuhan air minum bagi masyarakat di kawasan Huntap Tondo 1, Huntap Tondo 2, Talise, dan wilayah sekitarnya dapat terpenuhi dengan lebih baik. Kehadiran infrastruktur air minum ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan layanan dasar, serta mendukung pembangunan kawasan permukiman yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan pascabencana di Kota Palu.